Selasa, 28 September 2010

BAPTIS SELAM DAN BAPTIS PERCIK

Oleh: J.K.Iroth.
Sejak gereja mula-mula, baptis sudah dilaksanakan kepada anggotanya. Tetapi masalah yang sering merupakan pergumulan yang hangat adalah bagaimana cara melaksanakan baptisan tersebut. Sebab ada gereja yang membaptis dengan cara selam, ada gereja yang membaptis dengan cara percik. Di bawah ini akan dibahas sedikit tentang baptis selam dan baptis  percik.
1.       Baptis Selam. 
Menurut E.C.Smith, penyelaman seseorang ke dalam air untuk melambangkan kematiannya terhadap dosa dan kebangunan di dalam memasuki hidup baru dalam Kristus (bnd. Roma 6:4; Kisah 8:38-39). Penyelaman seseorang yang percaya akan Kristus melambangkan keselamatan dan karena itu merupakan metoda pembaptisan yang patut bagi gereja Perjanjian Baru.
Untuk memahami baptis selam, perlu menelaah penggunaan kata baptisan dalam Alkitab, yang diambil dari bahasa Yunan: ‘batizein’. Secara etimologi, kata ‘baptizein’ berasal dari kata-kata bentuk ‘bapto’ dan ‘baptizo, (C. Christano). Yang menggunakan kata ‘bapto’ di dalam Perjanjian Baru: Lukas 16:24; Yohanes 13:26, artinya mencelupkan. Yang menggunakan kata ‘baptizo’ misalnya: Markus 7:4, artinya membasuh atau mencuci (van Niftrik, Boland). Kata ‘bapto’ dalam Lukas 16:24 digunakan ketika orang kaya minta Lazarus untuk mencelupkan tangannya ke dalam air dan menyejukkan lidahnya (B.J.Boland). Kata ‘bapto’ di dalam Yohanes 13:26, digunakan ketika Yesus mencelupkan roti, ketika Yohanes bertanya kepada Yesus tentang siapa yang akan menghianati-Nya (J.Verkuyl). Kata ‘baptizo’ dalam Markus 7:4 digunakan untuk membersihkan diri ketika pulang dari pasar. Kata baptizo di sini digunakan untuk meniadakan kotoran secara upacara keagamaan, yaitu pembasuhan (Tafsir Alkitab masa kini Matius Wahyu). Di sini mereka hanya membasuh, jadi bukan menyelam. Hal yang sama dalam Lukas 11:38, orang-orang Farisi heran, karena Yesus tidak membaptis tangan sebelum makan. Membaptis di sini bukan berarti menyelamkan tangan, melainkan hanya membasuh tangan. Demikian juga untuk menjadi pengikut Musa, mereka semua dibaptis dalam awan dan Laut (I Korintus 10:1-2). Tetapi mereka tidak ditenggelamkan, melainkan mungkin hanya percikan air. Kata baptis juga ditemukan dalam Ibrani 9:10-13, tentang pelbagai baptisan. Dari ayat-ayat tersebut, kata baptis tidak dapat diterjemahkan sebagai menyelam (Robert G. Rayburn).    
Di dalam Alkitab tidak ditemukan ayat dapat dijadikan pegangan, bahwa baptis itu dilaksanakan dengan cara diselamkan sebagai metode pembaptisan yang sah di dalam gereja Perjanjian Baru.
2.       Baptis Percik.
Kalau bangsa Israel melakukan sesuatu yang menyebabkan berdosa dihadapan Tuhan, maka imam memercikkannya dengan darah lembu sebanyak tujuh kali percikkan untuk menghapus dosanya (Imamat 4:1-6; 16:15; bnd. Keluaran 29:40; Imamat 1:3,5,8,9; 12;15); Seekor lembu betina merah disembeleh, kemudian imam memercikkan darah korban itu di depan Kemah Pertemuan sebanyak tujuh kali (Bilangan 19 bnd. Ibrani 9:13). Lembuh dibakar, abunya disimpan di luar perkemahan di tempat yang tahir dan merupakan penghapusan dosa (Robert G. Rayburn). Dalam Bilangan 8:5-13, khususnya ayat 7 ditemukan bahwa petunjuk dari Tuhan kepada Musa berkenaan dengan pengkhususan orang Lewi: “Beginilah harus kaulakukan kepada mereka untuk mentahirkan mereka: perciklah kepada mereka air penghapus dosa.” Baptis cara percik itu merupakan perintah dari Tuhan (Charles Christano).
Alkitab memberi kesaksian, bahwa baptisan dilaksanakan dengan cara percik. Bagi mereka yang berdosa, untuk pengahapusan dosa dipercik dengan darah atau dengan air.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar